Galeri

RENUNGAN PAGI HARI

oleh: Mega Yolanda

Pagi…setelah shubuh akhirnya aku membuka jendela juga. Hawa panas dan gerah yang mulai menyesaki kamar sejak semalam akhirnya keluar juga dan berganti dengan kesegaran. Masih gelap sih sebenarnya, tapi tak apalah, aku merasa hal itu harus untuk dilakukan supaya aku bisa merasakan pagi dan udaranya yang sangat segar dan sehat.  Memang tidak hanya sekedar segar , tapi juga menyehatkan. Bahkan secaara kebetulan, siangnya aku mengikuti talkshow di kampus yang pembicaranya mengatakan betapa sehatnya udara pagi. Pagi tak hanya menyediakan oksigen , tapi juga O3 yang sangat sehat untuk fungsi pernapasan, begitu katanya.

Kondisi pagi hari sangat menentukan kondisi hati kita selama seharian itu.  Pagi yang dimulai dengan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikaNnya, atas ijinNya kepada ruh untuk kembali kepada tubuh yang telah istirahat selama semlaman, atas kehidupan yang diberikanNya pagi itu, akan memberikan semangat kita untuk memperjuangkan hari . Jika pagi saja sudah kita rusak dengan keluhan, umpatan, penyesalan yang tiada ujung, dan segala atmosfer negatifnya, maka tidak jarang langitpun akan mendengarkan keluhan-keluhan itu dan mengeluarkan responnya. Seperti dalam teori psikologi, respon ada karena kehadiran si stimulus, maka langit hati kita pun langsung berespon membentuk awan yang diinginkan oleh si empunya hati.

Apa yang kita rasakan ketika memulai kehidupan pada  pagi hari? Bahagiakah, bersyukurkah, atau malah menyesal karena hari ini harus datang juga? Pernahkah kita merasa malas untuk menjalani hari ini karena berbagai alasan seperti ah…  hari ini aku tugas presentasi, ah…aku harus ketemu dia lagi hari ini, ah….aku bosan duduk diam dalam kelas dan mendengarkan ceramah dosen yang membosankan, dan ah….lainnya lagi. Mungkin kita tak tahu bahwa ketika kita mengeluh saat itu, pada waktu yang bersamaan di belahan dunia yang lain , atau bahkan di sebelah rumah kita sendiri, ada orang yang tidak bisa sekolah karena keterbatasan biaya, ada orang yang pagi buta saat sebagian besar orang sedang tertidur malah sudah memulai aktifitasnya dengan menyiapkan dagangan yang akan dijual pada hari itu, dan hal itu dilakukannya dengan ikhlas karena Allah.

Sekarang pertanyaannya adalah “apa lagi yang kurang?”, apa lagi yang tidak kita dapatkan ? apa lagi yang menyesaki dada dan pikiran sehingga pagi yang indah ini dinodai dengan awan hitam di langit hati seorang manusia yang tidak pandai bersyukur.

NB:  ambillah selembar kertas, tidak perlu banyak sedikit saja, dan tuliskan hal apa yang kau syukuri hari ini. Lakukan selama satu minggu , dan rasakan perubahannya.

By urwatulwutsqa9

3 comments on “RENUNGAN PAGI HARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s