Demi Lantangnya Kobaran Ukhuwah(Konsepsi SUPERGEN: Manajemen Ukhuwah )

oleh Zakiyus S

…tiap-tiap umat diberi aturan dan jalan (yang berbeda), padahal seandainya Tuhan mau, seluruh manusia bisa disatukan dalam kesatuan umat. Allah SWT

menciptakan perbedaan itu untuk memberikan peluang berkompetisi secara sehat dalam menggapai kebajikan, “fastabiqul khairat.”…

(pembelajaran dalam QS Al Maidah:48)

Ukhuwah memang jadi satu kata yang sungguh luar biasa bahakan untuk makhluk paling sempurna, manusia. Apalagi bagi kita, orang-orang beruntung yang diberi anugerah dengan diberi kesempatan untuk bersekolah di sekolah para malaikat ini; atau agar lebih spesifik, tinggal di asrama kita tercinta,www_hunterstrategic_com asrama SMAN 1 Padangpanjang, yang meski dengan segala kekurangan dan kerapuhan gedungnya mampu melahirkan para agent of change,  kita, manusia perubah yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi bangsa yang sekarang memang patut untuk dikasihani.

“Ukhuwah,” kata seorang teman, “berarti bersama, bersama dalam kesenangan, dan bersama dalam menanggung kesedihan.”

Benar rekan, dengan satu kata ini saja begitu merubah diri kita sendiri. Membolak-balikkan hati kita yang keras menjadi lunak dan menghancurkan ego kita yang terlalu merasa hebat untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Tak disadari, ukhuwah menjadi satu kesatuan dalam hati kita, dan tentunya menjadi landasan kenapa ikatan dalam generasi perlu untuk selalu diperjuangkan.

Berbicara seputar asrama, tidak terlepas dari keberadaan tiap generasi yang menjadi pengikat yang menambatkan hati-hati tiap anggotanya dalam satu ikatan ukhuwah. Eksistensi generasi saat ini dalam tataran ideal sudah berbeda dengan masa-masa ketika awal asrama ini dibangun. Secara filosofis pendirian, tiap generasi memang lahir sebagai konsekuensi logis dari bentuk guyub orang-orang yang hidup secara bersama-sama dalam satu atap kebersatuan. Mereka hidup bersama, makan bersama, berkeringat bersama, sakit bersama, bahkan kadang mereka terpaksa sakit bersama demi menunjukkan adanya keterikatan bathin. Namun, ternyata tidak sekadar itu saja; rupanya waktu mulai merevisi dan   menyempurnakan itu semua.

Ukhuwah, dalam konsepsi terbarunya, mestilah bersifat interdependen, tidak lagi sekadar independen apalagi dependen. Ia haruslah bisa hidup dan berdiri sendiri, berasal dari palung jiwa dan hati pembangun generasi tersebut yang paling dalam. Ia mestilah bisa berdiri sendiri tanpa harus merasa bergantung kepada pihak manapun, dan yang paling penting adalah ia harus mampu berpengaruh, menarik, dan merubah apapun di sekitarnya menuju idealisme mulia yang mereka punya. Maka untuk mencapai cita-cita mulia ini, sudah saatnya ukhuwah dalam generasi ini perlu direncanakan, diorganisir, dan diawasi dalam satu sistem, Manajemen Ukhuwah.

Dalam pengertiannya, manajemen ukhuwah didefinisikan sebagai bentuk manajemen generasi yang berkarakter interdependen, konstruktif secara internal, kontributif secara eksternal, idealis dalam pemikiran, suatain dalam gerakan, dan bernaung dalam implementasi syari’at Islam.

Dengan adanya Manajemen Ukhuwah, diharapkan generasi-generasi ini dapat terus hidup sampai kapanpun, dan tak melupakan hutang yang telah mereka tanam selama ini. Maka tidak ada lagi generasi yang semu, tinggal nama selepas pergi dari atmosfir asrama. Menjadi kekal dalam hati-hati kita, sebab bukanlah kita yang berada dalam generasi ini, namun generasi inilah yang hidup dalam hati kita.

—“Di sekeliling Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah (cemerlang) pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami tentang mereka.” Beliau menjawab, ”Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah.”—

(HR Nasa’i dari Abu Hurairah Radiallahu ‘anhu)

>dari buletin 

By urwatulwutsqa9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s