Ekonomi Bukanlah Sebuah Masalah yang Dipahami dengan Satu Solusi

grafik harga tembagaKecintaan terhadap ilmu pengetahuan telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi sangat besar bagi peradaban dunia. Mulai dari tokoh Yunani kuno: Plato, Aristoteles, Socrates sampai pada ilmuan dunia yang populer akhir-akhir ini macam Muhammad Yunus, Stiglitz, dan lain sebagainya. Indonesia sendiri dapat dikatakan mempunyai tokoh semacam Muhammad Hatta yang kental dengan aura keilmuannya, Sjahrir sang diplomat ulung, sampai saat ini mungkin bisa dikatakan Sri Mulyani yang banyak mendapat penghargaan tingkat Internasional maupun Asia atas kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia dan regional.

Namun, yang perlu kita cermati adalah bahwa walaupun tokoh-tokoh yang saya sebutkan di atas dapat dikatakan sebagai tokoh yang cukup berkontribusi, namun kontribusi yang mereka anugerahkan bagi dunia belum mampu menghasilkan tatanan masyarakat yang benar-benar beradab secara keseluruhan, kecuali mungkin pemikiran Plato, Aristoteles, dan saya begitu mengagumi apa yang telah dihasilkan oleh Muhammad Yunus.

ekonomi-politikPenguasaan terhadap ilmu pengetahuan hendaknya jangan dilakukan dengan setengah hati atau setengah penguasaan. Maksudnya, kita tidak dapat hanya menguasai satu bidang ilmu saja untuk kemudian bercita-cita besar ingin membangun sebuah peradaban besar. Saya tidak menujukan hal ini pada kelompok, namun penguasaan terhadap banyak cabang ilmu pengetahuan, kalau bisa dikatakan begitu, haruslah menjadi kewajiban individu. Dengan adanya penguasaan terhadap banyak bidang ilmu dalam satu individu, diharapkan implementasi di lapangan dapat lebih mudah dan menghasilkan halangan yang minimal.

Terkadang memang pemikiran kita seperti diracuni oleh sebuah ‘teori spesialisasi’ yang memberikan kelonggaran pada kita untuk hanya menguasai satu bidang ilmu tertentu saja karena bidang ilmu lain telah dapat dikuasai oleh orang lain. Tapi sebagai individu yang harus haus akan ilmu dan sebagai muslim yang diwajibkan untuk selalu menimba ilmu selama nafas masih dalam badan, penguasan satu bidang ilmu saja tidak akan menghasilkan kepuasan sejati bagi kita.

Jangan sampai berpikir bahwa dengan hanya menguasai satu bidang atau cabang ilmu, misalnya bidang ekonomi atau psikologi atau sosiologi saja se dalam yang kita mampu, maka keinginan untuk menghasilkan tatanan dunia yang beradab dan bermoral akan mampu kita hasilkan. Tidak !. Kita memerlukan banyak orang yang dalam setiap nyawanya terkuasai banyak ilmu atau cabang ilmu.

Dari sekian banyak ilmuan di dunia yang terkenal di dunia ini tidak banyak yang dapat kita sebut sebagai penguasa ilmu. Saya secara pribadi lebih mengenal tokoh-tokoh penguasa ilmu Islam dan Al-Qur’an. Misalnya, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Rusyd, dan yang sejenisnya. Jika Newton bisa dikatakan tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan ilmu modern, sebenarnya Islam punya al-Hassan Ibnu al-Haitsam yang tak kalah hebatnya yang bahkan menemukan apa yang ditemukan oleh Newton 700 tahun lebih awal yang bisa jadi penemuan inilah yang mengilhami Galileo dan ilmuan Eropa zaman Rainesance, dan tidak mustahil pula Newton. Penguasaan media dan manipulasi sejarah membuat informasi yang kita terima membuat watak dan perilaku kita untuk condong mengelu-elukan Barat.

Tidak banyak literatur-literatur barat yang menghormati apa yang telah disumbangkan oleh Islam terhadap peradaban dunia saat ini. Dalam banyak tulisan dari penulis dan peneliti barat baik ilmiah maupun tidak, puncak peradaban Islam yang berlangsung beririsan dengan masa kegelapan di Eropa tidak terlihat memberikan sumbangan terhadap peradaban dunia saat ini. Apakah ini memang karena mereka menganggap Islam tidak memberikan kontribusi, atau ilmuan modern tidak mengetahui apa yang seharusnya mereka ketahui tentang kejayaan ilmu Islam, atau karena mereka sengaja tidak tahu, atau bahkan karena mereka memang benar-benar bodoh. Dan saya lebih cenderung kepada opsi yang terakhir.NYSE-3

Masalah perekonomian aktual yang dirasakan hanyalah salah satu contoh keterbatasan manusia dan ketidakmampuan manusia dalam mengendalikan hawa nafsu. Sistem ekonomi yang saat ini berlaku, yang menyebakan sebagian besar perekonomian dunia tenggelam dalam krisis, adalah salah satu bentuk keterbatasan berpikir manusia. Kebijakan yang diambil, misalnya menyerahkan segala sesuatunya ke pasar merupakan salah satu contoh kekeliruan yang terjadi.

( Bersambung lagi )

By urwatulwutsqa9

One comment on “Ekonomi Bukanlah Sebuah Masalah yang Dipahami dengan Satu Solusi

  1. “Terkadang memang pemikiran kita seperti diracuni oleh sebuah ‘teori spesialisasi’ yang memberikan kelonggaran pada kita untuk hanya menguasai satu bidang ilmu tertentu saja karena bidang ilmu lain telah dapat dikuasai oleh orang lain.”

    Tapi di lain pihak kita juga harus spesialis dibidang yang JELAS. tanpa menghalangi diri kita sendiri untuk memperluas cakupan ilmu pengetahuan kita. Contohnya : untuk menjadi seorang yang ahli di bidang ekonomi kita juga harus mengetahui masalah hukum, politik, atau kesehatan mungkin ?? Intinya di dalam kehidupan yang real untuk menjadi seorang yang spesialis membutuhkan input yang tak hanya berasal dari bidang spesialisasi itu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s