UN! Antara Perjuangan dan Kemenangan

Masalah ujian nasional telah menjadi perkara yang tiap tahunnya di perbincangkan. Mulai dari kenapa ada ujian nasional, batas kelulusan, mata ujiannya, dan kecurangan yang terjadi terkait ujian tersebut. Banyak pro dan kontra dengan masalah ujian nasional ini.Namun esensial dari semua adalah perjuangan dan kemenangan.

UN merupakan tantanngan terbesar bagi siswa siswi tingkat SLTA dan STLP. Perlu di ingat bahwa segala ujian itu merupakan alat pengukur kemampuan seseorang. Jika seseorang paham bahwa ujian itu adalah untuk mengukur kemampuan dirinnya, orang yang bijak akan mempersiapkan dirinya untuk menghadapinya. Pendidikan indonesia tidak akan maju jika standar itu tetap atau tidak bergerak ke depan. Tentunya butuh selang waktu tertentu untuk menerapkan itu semua. Bagi para siswa, seharusnya UN bukan ancaman baginya, melainkan sebagai gaya yang akan mendorongnya untuk maju kedepan lagi. Tentunya lagi butuh persiapan yang tidak hanya sehari atau sebulan saja. Kebanyakan dari mereka yang menentang UN adalah mereka yang tidak siap dengan ujian tersebut, tidak siap secara moral dan mental. Secara moral mereka kebanyakan belajar untuk UN hanya pada selang waktu beberapa minggu sebelum UN itu diadakan. Bisa dipastikan interaksi mereka dengan Facebook atau Frienster lebih banyak dari pada berinteraksi dengan buku pelajaran mereka. Secara mental mereka lemah karena tidak banyak yang memberi motivasi dan bekal mental pada mereka. Tidak ada gunanya mencari siapa yang salah atau saling menyalahkan. Jalankan tugas masing – masing jika memang ingin mensukseskan dan memajukan pendidikan di Indonesia.

Hasil ujian nasional membawa pada dua makna, perjuangan dan kemenangan. Orang – orang yang berjuang akan menang, tetapi orang – -orang yang menang belum tentu berjuang. Hal ini terkait kecurangan yang kerap terjadi setiap tahunnya. Budaya mencontek itu tetap ada meskipun banyak juga yang mendeklarasikan gerakan anti mencontek itu. Di sinilah beda antara orang yang berjuang dengan orang menang. Ada orang yang berjuang, tetapi ia tidak menang, dan sebaliknya, ada yang tidak berjuang, tetapi ia menang dalam ujian tersebut. Esensi dari ujian adalah perjuangan, baru kemenangan. Dan orang yang berbuat kecurangan, bukanlah orang yang menang, melainkan pecundang yang tidak mempu untuk berjuang. Pecundang hanya akan menerbelakangkan pendidikan di negeri katulistiwa ini. Termasuk juga orang  – orang yang mendukung dan membuka jalan untuk menjadi pecundang, juga pecundang yang merobohkan pilar pendidikan itu sendiri.

Sekali lagi, pejuang adalah orang yang menang dengan kekuatan dan pengorbananya sendiri, hasil dari kemampuan sendiri. Orang yang menang selain itu, adalah pecundang yang lebih rendah dari pejuang yang kalah dalam peperangan.

One comment on “UN! Antara Perjuangan dan Kemenangan

  1. Terkadang mimpi untuk membangun negeri ini seperti masih jauh dari kenyataan. kejujuran adalah fundamental utama pembangunan sebuah imperium bangsa. Sebagaimana Rasul yang bergelar al-amin mampu membangun Islam dan menyebarkan cahaya Ilahi di seluruh penjuru negeri.

    Tapi kawan, semangat tetap harus kita dahulukan, berharap langkah kecil kita membangun negeri ini bisa menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang jaya di masa yang akan datang. Kalau tidak ada yang memulainya, kawan, maka hasil tidak akan pernah kita peroleh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s